BONDOWOSO, 19 Februari 2026 — Badan Penelitian, Pengembangan, dan Pengawasan (Balitbangwas) Pesantren Islam Al-Irsyad Tengaran kembali menegaskan komitmennya dalam menjaga mutu pendidikan cabang. Tim Balitbangwas melaksanakan kunjungan supervisi intensif di PIAT 6 Bondowoso pada pertengahan Februari ini. Agenda tersebut bertujuan memastikan transformasi manajemen berjalan sesuai standar induk di Tengaran.
Dua delegasi Balitbangwas, Ustadz Irfan Paturahman, M.Pd., dan Ustadz Arief Bahtiar Rifai, M.Pd., memimpin rangkaian kegiatan selama enam hari. Fokus utama kunjungan ini tidak hanya pada aspek administratif, tetapi juga menyentuh sisi ruhiyah santri dan pengembangan kapasitas Sumber Daya Manusia (SDM).
Berikut adalah tujuh agenda kunci yang terlaksana selama kunjungan tersebut:
1. Kunjungan Balitbangwas di PIAT 6 – Sinergi Strategis bersama Yayasan An-Nawawi
Langkah awal penguatan kelembagaan dimulai dari level pimpinan. Tim Balitbangwas menggelar diskusi strategis bersama Yayasan An-Nawawi PIAT 6 Bondowoso. Pertemuan ini membahas penguatan tata kelola kelembagaan serta merancang keberlanjutan pengembangan pesantren agar selaras dengan visi besar Pesantren Islam Al-Irsyad Tengaran.

Suasana pertemuan/diskusi antara Tim Balitbangwas dengan Pengurus Yayasan An-Nawawi
2. Penyegaran Tugas Pokok dan Fungsi (Tupoksi) SDM
Balitbangwas memfasilitasi sesi Refresh Jobdesk bagi Guru, Kepala Madrasah, Kepala Bidang, dan Mudir. Sesi ini bertujuan memperjelas peran dan tanggung jawab setiap lini. Harapannya, setiap pemegang amanah memiliki indikator kinerja yang terukur sehingga operasional pesantren berjalan lebih efektif dan profesional.

Dokumentasi sesi penjelasan atau workshop jobdesk bersama jajaran asatidzah/struktural
3. Pendampingan Waka Kesiswaan
Dalam rangka mencetak karakter santri yang tangguh, tim melakukan pendampingan khusus bagi Waka Kesiswaan Jenjang I’dad Mu’allimin/Aliyah. Fokus utamanya adalah penyelarasan manajemen kesantrian, penegakan disiplin, dan sistematisasi dokumen pembinaan karakter agar lebih rapi dan terdokumentasi.

4. Motivasi Kinerja Musyrif
Menyadari peran vital pengasuh asrama, Balitbangwas memberikan suntikan motivasi kepada para musyrif. Materi yang disampaikan menekankan penguatan ruhiyah dan profesionalitas. Pesan utamanya adalah kepengasuhan bukan sekadar tugas administratif, melainkan sebuah misi pembinaan akhlak dan ruh yang mulia.

5. Motivasi Visi Hidup untuk Santri
Tim Balitbangwas menyapa langsung para santri, khususnya kelas akhir. Dalam sesi ini, pemateri membakar semangat santri mengenai pentingnya memiliki visi hidup, merencanakan kelanjutan studi, serta kesiapan mental untuk berkontribusi sebagai kader umat di masa depan.

6. Pengenalan HAPIA kepada Calon Alumni
Sebagai bekal pasca-kelulusan, santri kelas 12 mendapatkan pemahaman mendalam tentang Himpunan Alumni Pesantren Islam Al-Irsyad (HAPIA). Sosialisasi ini menekankan urgensi wadah alumni sebagai sarana silaturahmi, dakwah, dan penguatan jejaring sosial.
7. Pembentukan HAPIA Cabang Bondowoso
Sebagai tindak lanjut konkret, kunjungan ini juga menginisiasi pembentukan HAPIA Cabang PIAT 6 Bondowoso. Proses ini meliputi sosialisasi tahapan sesuai SOP resmi, mulai dari pendataan alumni, pembentukan panitia ad hoc, hingga persiapan musyawarah untuk pengajuan SK ke pusat.

Foto bersama pembentukan/inisiasi pengurus HAPIA Cabang]
Komitmen Perbaikan Berkelanjutan
Kegiatan kunjungan supervisi ini menghasilkan sejumlah rekomendasi strategis. Balitbangwas mendorong penyusunan Rencana Strategis (Renstra) jangka menengah serta program peningkatan kompetensi SDM secara berkala. Hal ini diharapkan mampu memacu pertumbuhan PIAT 6 Bondowoso menjadi lembaga pendidikan yang semakin unggul dan dipercaya umat.

