TENGARAN, 7 Januari 2026 — Pesantren Islam Al-Irsyad (PIAT) Tengaran kembali mengukuhkan posisinya sebagai lembaga pendidikan Islam unggulan di tingkat nasional. Dalam ajang bergengsi Olimpiade Bahasa Arab (OBA) tingkat Nasional baru-baru ini, delegasi Al-Irsyad berhasil mendominasi berbagai kategori, membuktikan kualitas pendidikan bahasa Arab yang merata di seluruh cabang.
Keberhasilan ini tidak lepas dari peran strategis Badan Penelitian, Pengembangan dan Pengawasan (Balitbangwas) PIAT, yang secara konsisten melakukan pendampingan dan supervisi kepada seluruh unit pendidikan di bawah naungannya.
Dominasi Nasional dan Hadiah Umroh
Prestasi membanggakan datang dari berbagai cabang yang bersatu membawa nama harum Pesantren Islam Al-Irsyad Tengaran. Salah satu capaian paling fenomenal diraih oleh Muhammad Ilman Nafarin, B.A. dari Pesantren Islam Al-Irsyad 8 Martapura yang sukses menyabet gelar juara nasional kategori guru dan berhak mendapatkan hadiah utama berupa Ibadah Umroh.Berikut adalah daftar delegasi berprestasi dari berbagai cabang Pesantren Islam Al-Irsyad:
-
PIAT Pusat:
-
Habibi Musyaffa (MA Al-Irsyad Tengaran)
-
Muhammad Najib Irawan (MA Al-Irsyad Tengaran)
-
-
PIAT Putri Tengaran:
-
Halimah Ahmad Ghufron (MTs Al-Irsyad Putri)
-
Athiya Rohmani (MTs Al-Irsyad Putri)
-
-
PIAT 8 Martapura:
-
Muhammad Yusuf Alif Al Ghifari (MA Al-Irsyad 8)
-
Muhammad Nabil Al Ghaaziy (MTs Al-Irsyad 8)
-
Muhammad Ilman Nafarin, B.A. (MA Al-Irsyad 8) — Juara Nasional & Hadiah Umroh
-
-
PIAT 7 Kota Batu:
-
Rai Hugo Airlangga (MA Al-Irsyad 7)
-
Muhammad Akmal Sholih (MTs Al-Irsyad 7)
-
-
PIAT 2 Majalengka:
-
Muhammad Irsya Fathurrahman Al Ghozali (MA Al-Irsyad 2)
-
Hawasyi Mawrits Hasymi (MTs Al-Irsyad 2)
-
Kunci Sukses: Supervisi dan Sosialisasi Masif
Anggota Forum MGMP Bahasa Arab sekaligus penggerak dari Balitbangwas PIAT, Ustadz Arief Bahtiar Rifai, mengungkapkan bahwa prestasi ini adalah buah dari kerja keras dan koordinasi yang rapi. Menurut beliau, kunci utama dari partisipasi masif seluruh cabang Al-Irsyad adalah pola komunikasi dan supervisi yang terjadwal.
“Keberhasilan ini diawali dari sosialisasi yang intensif, baik melalui pesan singkat yang edukatif maupun hasil dari pertemuan dan supervisi berkala yang diagendakan oleh Balitbangwas,” ujar Ustadz Arief.
Beliau menambahkan bahwa agenda supervisi tersebut berhasil membangkitkan semangat kompetisi para santri dan guru di seluruh cabang Pesantren Islam Al-Irsyad untuk berani tampil di ajang nasional yang sangat kompetitif ini.
Menuju Pesantren Unggul di Era Global
Dengan bersatunya hampir seluruh cabang Pesantren Islam Al-Irsyad Tengaran dalam kompetisi ini, PIAT semakin mempertegas jati dirinya sebagai pesantren yang tidak hanya unggul secara akademis, tetapi juga solid secara organisasional.
Ke depannya, Balitbangwas PIAT berkomitmen untuk terus meningkatkan frekuensi upgrading dan pendampingan. Hal ini dilakukan agar Bahasa Arab, sebagai bahasa kunci ilmu agama dan komunikasi internasional, tetap menjadi identitas kuat yang melekat pada setiap lulusan Pesantren Islam Al-Irsyad.
Prestasi ini diharapkan menjadi motivasi bagi seluruh civitas akademika PIAT untuk terus berinovasi dan mempertahankan tradisi juara di masa yang akan datang.

