Pesantren Islam Al-Irsyad Tengaran 2 Majalengka kembali mengadakan program unggulan bertema Pengasuhan Berbasis Fitrah, sebuah pendekatan pendidikan yang bertujuan untuk menumbuhkan kesadaran diri santri sebagai hamba Allah dan khalifah di bumi. Program ini tidak hanya berfokus pada pendidikan akademik, tetapi juga membentuk karakter dan spiritualitas yang kuat melalui pengembangan nilai-nilai fitrah manusia.
Kesadaran Sebagai Fondasi Pendidikan Fitrah
Kesadaran merupakan inti dari pengasuhan berbasis fitrah. Dalam Islam, setiap manusia dilahirkan dalam keadaan fitrah, yakni suci, dan memiliki potensi baik yang harus dikembangkan. Firman Allah Subhanahu wa Ta’ala:
“Maka hadapkanlah wajahmu dengan lurus kepada agama Allah; (tetaplah atas) fitrah Allah yang telah menciptakan manusia menurut fitrah itu. Tidak ada perubahan pada fitrah Allah.” (QS. Ar-Rum: 30).
Melalui pengasuhan berbasis fitrah, santri diarahkan untuk menyadari peran mereka sebagai hamba Allah dan bertanggung jawab atas setiap tindakan, baik kepada diri sendiri, keluarga, maupun masyarakat. Kesadaran ini diwujudkan dalam perilaku sehari-hari, akhlak, serta pola pikir yang selalu sesuai dengan nilai-nilai Islam.
Tujuan Program Pengasuhan Berbasis Kesadaran
- Membangun Kesadaran Spiritual: Menanamkan pemahaman mendalam tentang hubungan hamba dengan Sang Pencipta melalui ibadah yang khusyuk dan konsisten.
- Mengembangkan Kesadaran Sosial: Mendorong santri untuk peduli terhadap orang lain, mencintai sesama, dan membantu mereka yang membutuhkan.
- Menumbuhkan Kesadaran Diri: Membimbing santri untuk mengenali potensi, kelemahan, dan tanggung jawab mereka dalam hidup.
- Memperkuat Kesadaran Moral: Menginternalisasi nilai-nilai akhlak mulia, seperti kejujuran, tanggung jawab, dan amanah, sebagai bagian dari kehidupan sehari-hari.
Kegiatan Pengasuhan untuk Menumbuhkan Kesadaran
Program ini dirancang dengan berbagai kegiatan yang melibatkan aspek spiritual, sosial, dan pribadi santri, seperti:
- Refleksi Diri:
Santri diajak untuk merenungkan tujuan hidup dan tanggung jawab mereka sebagai hamba Allah. Kegiatan ini dilakukan melalui muhasabah, diskusi kelompok, dan jurnal harian yang mencatat perjalanan spiritual mereka. - Pembinaan Ibadah:
Kesadaran spiritual ditingkatkan melalui pembiasaan shalat berjamaah, membaca Al-Qur’an, dzikir, dan kajian Islam. Santri diajarkan untuk merasakan kedekatan dengan Allah dalam setiap aktivitasnya. - Diskusi Tematik:
Dalam kelompok kecil, santri mendiskusikan tema-tema seperti pentingnya akhlak mulia, empati kepada sesama, dan tanggung jawab sebagai seorang muslim. Diskusi ini bertujuan untuk menanamkan kesadaran sosial yang mendalam. - Simulasi Nilai-Nilai Islam:
Santri diberi kesempatan untuk mempraktikkan sikap tanggung jawab, seperti membantu teman, menyelesaikan masalah kelompok, atau terlibat dalam kegiatan sosial di sekitar pesantren. - Program Kepemimpinan:
Santri dilatih untuk menjadi pemimpin yang sadar akan tugas dan tanggung jawabnya, baik sebagai pemimpin diri sendiri maupun orang lain.
Hasil dan Dampak Program
Melalui pendekatan berbasis fitrah ini, santri diharapkan mampu:
- Menyadari Perannya sebagai Hamba Allah: Santri lebih konsisten dalam ibadah, memahami makna kehidupan, dan menjadikan Allah sebagai tujuan utama.
- Memiliki Kepedulian Sosial yang Tinggi: Santri lebih peka terhadap lingkungan sekitar dan selalu berusaha menjadi bagian dari solusi, bukan masalah.
- Mengembangkan Potensi Diri: Santri dapat mengidentifikasi bakat dan kekuatannya, serta berusaha maksimal untuk mengembangkannya sesuai dengan nilai-nilai Islam.
- Membangun Akhlak yang Mulia: Kesadaran moral yang tumbuh membuat santri senantiasa menjunjung nilai-nilai Islam dalam setiap tindakan.
Harapan dari Program Pengasuhan
Pesantren Islam Al-Irsyad Tengaran 2 Majalengka berharap program ini dapat mencetak generasi yang sadar akan fitrah dan perannya sebagai manusia. Kesadaran ini tidak hanya mendorong santri untuk menjadi pribadi yang unggul di dunia, tetapi juga memastikan mereka berjalan di jalan yang diridhai Allah Subhanahu wa Ta’ala. Dengan kesadaran spiritual, sosial, dan moral yang kuat, santri dapat menjadi teladan di masyarakat dan membawa manfaat bagi banyak orang.
Program Pengasuhan Berbasis Fitrah ini menjadi bukti nyata bahwa pendidikan di pesantren tidak hanya mencakup transfer ilmu, tetapi juga menyentuh jiwa dan hati, membentuk manusia seutuhnya sesuai fitrah yang Allah karuniakan.

