sesi-materi-dan-sharing

sesi-materi-dan-sharing


Tengaran, 19 November 2025Tim Badan Penelitian, Pengembangan, dan Pengawasan (Balitbangwas) Pesantren Islam Al-Irsyad Tengaran (PIAT) yang terdiri dari Amaanulloh Abror, M.Pd. dan Arief Bahtiar Rifai, M.Pd. melaksanakan kunjungan pembinaan ke Pesantren Afiliasi Ittihadul Muwahidin yang berlokasi di Jl. Raya Pati-Kudus, Sukokulon, Kec. Margorejo, Kabupaten Pati, Jawa Tengah.
Kunjungan ini dilaksanakan pada tanggal 22–23 Oktober 2025 dalam rangka memperkuat tata kelola pembelajaran, kepengasuhan, serta strategi penerimaan santri baru (PSB) pada Tahun Pelajaran 2025/2026.

Latar Belakang dan Tujuan Kegiatan

Sebagai bagian dari tanggung jawab strategis Balitbangwas PIAT, kegiatan supervisi dan pendampingan cabang dilakukan secara berkelanjutan untuk memastikan proses transfer manajemen ciri khas PIAT khususnya bidang pendidikan & kepengasuhan berjalan dengan baik. Pembinaan tidak hanya bersifat administratif, tetapi juga mencakup pembekalan nilai-nilai inti pesantren, transformasi manajemen, dan penguatan mutu pendidikan serta pengasuhan.

Kunjungan ini merupakan tindak lanjut dari kunjungan sebelumnya yang telah diberikan kepada para pengelola cabang. Fokus utama diarahkan pada penguatan sistem Penerimaan Santri Baru (PSB) berbasis analisis SWOT, pemetaan persona calon santri, komunikasi pemasaran pendidikan, serta pembuatan metrik keberhasilan.

Selain itu, tim juga menambahkan materi pembinaan sistem kepengasuhan santri, dengan penekanan pada implementasi reward dan punishment sebagai metode pembentukan karakter dan kedisiplinan santri.

Fokus Supervisi dan Ruang Lingkup

Dalam pelaksanaan supervisi ini, Tim Balitbangwas PIAT memonitor beberapa aspek utama:

  1. Evaluasi dan penguatan tindak lanjut dari tujuh sesi strategi PSB yang telah disampaikan pada kunjungan sebelumnya.
  2. Arahan teknis komunikasi dan desain konten promosi PSB untuk memperkuat citra publik pesantren.
  3. Pembentukan struktur tim PSB yang selaras dengan standar PIAT Pusat dan media resmi pesantren.
  4. Penerapan prinsip reward dan punishment dalam sistem pengasuhan untuk menumbuhkan motivasi dan disiplin santri.
  5. Penyerapan aspirasi, tantangan, dan kebutuhan cabang sebagai bahan masukan bagi strategi pembinaan pusat.
  6. Penyusunan rencana aksi awal (action plan) yang disesuaikan dengan konteks lokal dan kondisi riil pesantren.

Pelaksanaan dan Metodologi Kegiatan

Rangkaian kegiatan di lokasi meliputi:

  • Sesi pembukaan dan pengantar tujuan supervisi, dipimpin langsung oleh tim Balitbangwas PIAT.
  • Diskusi teknis bersama pimpinan pesantren dan tim pengelola PSB terkait capaian, kendala, dan strategi tindak lanjut.
  • Observasi kegiatan kepengasuhan, termasuk tinjauan sistem reward-punishment di lingkungan santri.
  • Penyampaian umpan balik awal, rekomendasi, serta kesepakatan perbaikan langkah ke depan.

Hasil dan Rencana Tindak Lanjut

Hasil awal kunjungan menunjukkan sejumlah area penguatan strategis, antara lain:

  • Optimalisasi Strategi PSB Berbasis Analisis
  • Penguatan Sistem Pengasuhan (Reward & Punishment)
  • Peningkatan SDM dan Struktur Tim Media
  • Kolaborasi dan Pelatihan Lanjutan
  • Sistem Monitoring Terintegrasi.

Sebagai tindak lanjut, disepakati penyusunan action plan yang meliputi pembagian tugas penanggung jawab, jadwal pendampingan, serta target evaluasi jangka pendek. Tim Balitbangwas PIAT akan melakukan pemantauan progres secara berkala melalui laporan rutin dan kunjungan lanjutan sesuai kebutuhan.

Penutup

Balitbangwas PIAT menyampaikan apresiasi atas komitmen Pesantren Ittihadul Muwahidin Pati dalam membuka ruang evaluasi, refleksi, dan kolaborasi. Melalui kunjungan ini, diharapkan proses pembinaan PSB dan pengasuhan santri dapat semakin sistematis, terukur, dan selaras dengan nilai-nilai utama PIAT, sehingga mutu layanan pendidikan di lingkungan pesantren afiliasi dapat terus meningkat.

Comments are disabled.